Aktivitas Antioksidan Infusa Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Terhadap Warna Daun



Reny Salim(1*), Eliyarti Eliyarti(2)

(1) Akademi Farmasi Prayoga Padang
(2) Universitas Ekasakti
(*) Corresponding Author

Abstract


Daun dari tanaman kelor bermanfaat sebagai antioksidan. Hal ini telah diketahui dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Namun dalam hal perbedaan warna daun mempengaruhi kekuatan antioksidan yang dimiliki oleh daun kelor belum diteliti maka pada penelitian ini peneliti menguji kekuatan aktivitas antioksidan infusa daun kelor hijau muda dan hijau tua  yang diambil dari daerah Bengkulu-Indonesia. Metode ekstraksi yang digunakan untuk pengujian ini adalah infusa sedangkan zat radikal yang digunakan adalah DPPH. Hasil kekuatan aktivitas antioksidan 50%  infusa daun kelor hijau muda, daun kelor tua, dan vitamin C berturut-turut adalah  sebesar 181,45µg/m;, 318,57µg/mL; 5,49 µg/mL. Hasil pengujian memperlihatkan kekuatan aktivitas antioksidan infusa daun kelor muda lebih besar daripada  daun kelor hijau tua. Hasil signifikansi konsentrasi dihitung dengan menggunakan uji T Paired Two Sample dengan nilai α = 0,05.


The leaves of Moringa plants are useful as antioxidants. This has been known from several results of studies that have been done before. However, in terms of differences in leaf color affecting the antioxidant power possessed by Moringa leaves has not been studied, in this study the researchers tested the strength of the antioxidant activity of light green and dark green Moringa leaves taken from the Bengkulu-Indonesia area. The extraction method used for this test is infusion while the radical used is DPPH. The results of the strength of the antioxidant activity of 50% infusion of young green Moringa leaves, old Moringa leaves, and vitamin C respectively were 181.45 µg / m ;, 318.57 µg / mL; 5.49 μg / mL. The test results showed the strength of the antioxidant activity of young Moringa leaf infusion was greater than the dark green Moringa leaves. The results of the significance of the concentration were calculated using the Paired Two Sample T test with a value of α = 0.05.


Keywords


antioksidan; warna; daun kelor; DPPH; infusa

Full Text:

PDF

References


Aristyanti, D. (2014). Pengaruh Kadar Kimia Tanah Terhadap Kandungan Flavonoid Daun Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack.).Departemen Konservasi SumberDaya Hutan dan Ekowisata, Institut Pertanian Bogor.

Da’i, M., D. (2012). Uji Aktivitas Antiradikal Ekstrak Etanol Daun Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma. Jurnal Farmasi Indonesia, 13(2), 41–46.

Handajani, A., Roosihermiatie, B., Maryani, H., & Al., E. (2010). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pola Kematian Pada Penyakit Degeneratif di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 13, 42–53. https://doi.org/1 Desember 2013

Inggrid, M., & Santoso, H. (2014). Ekstraksi Antioksidan Dan Senyawa Aktif Dari Buah Kiwi (Actinidia deliciosa). Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, III(3), 43.

Isnan, W., & M, N. (2017). Ragam Manfaat Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lamk) Bagi Masyarakat. Balai Litbang Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Makassar, 14(1), 63–75.

Izzreen, N. Q., & Fadzelly, M. (2013). Phytochemicals and Antioxidant Properties of Different Parts of Camellia sinensis leaves from Sabah Tea Plantation in Sabah , Malaysia. International Food Research, 20(1), 307–312.

Juniarti, Osmeli, D., Y. (2009). Kandungan Senyawa Kimia , Uji Toksisitas (Brine Shrimp Lethality Test ) dan Antioksidan ( 1,1-diphenyl-2-pikrilhydrazyl) dari Ekstrak Daun Saga (Abrus precatorius L.). Macara Sains, 13(1), 50–54.

Karim, K., Jura, M. R., & Sabang, M. (2015). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.). J.Akad.Kim., 4(May), 56–63.

Kementrian Kesehatan RI. (2011). Suplemen II Farmakope Herbal Indonesia Edisi 1.

Lung, J. K. S., & Destiani, D. P. (2014). Uji Aktivitas Antioksidan Vitamin A, C, E dengan Metode DPPH. Farmaka, 15(1), 53–62.

Munte, L., Runtuwene, M. R., & Citraningtyas, G. (2015). Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Daun Prasman. Pharmacon, 4(3), 41–50.

RI, D. K. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat 1.

Rizkayanti, R., Diah, A. W. M., & Jura, M. R. (2017). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera LAM). Jurnal Akademika Kimia, 6(2), 125–131. https://doi.org/10.22487/j24775185.2017.v6.i2.9244

Salim, R. (2018). Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Daun Wungu dengan Metoda DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhidrazil). Jurnal Katalisator, 3(2), 153–161.

Sanganna, B., Chitme, H. R., Vrunda, K., & Jamadar, M. J. (2016). Antiproliferative and antioxidant activity of leaves extracts of Moringa oleifera. International Journal of Current Pharmaceutical Review and Research, 8(4), 54–56. https://doi.org/10.22159/ijcpr.2016v8i4.15278

Sayuti, K. & Yenrina, R. (2015). ALAMI dan SINTETIK (I). Padang: Andalas University.

Suphachai, C. (2014). Antioxidant and Anticancer Activities of Moringa oleifera leaves. Journal of Medicinal Plants Research, 8(7), 318–325. https://doi.org/10.5897/JMPR2013.5353

Yuliani, N.N. & Dienina, D. P. (2015). Uji Aktivitas Antioksidan Infusa Daun Kelor (Moringa oleifera, Lamk) dengan Metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Jurnal Info Kesehatan, 14(2), 1060–1082. Retrieved from https://www.mendeley.com/catalogue/uji-aktivitas-antioksidan-infusa-daun-kelor-moringa-oleifera-lamk-dengan-metode-11-diphenyl2picrylhy/

Zuhra, D. (2008). Aktivitas Antioksidan Senyawa Flavonoid dari Daun Katuk (Sauropus androgunus (L) Merr.). Jurnal Biologi Sumatra, 3(1), 10–13. https://doi.org/10.1002/jmv


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Reny Salim, Eliyarti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by LLDIKTI Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E ISSN : 2502-0943

Web
Analytics View My Stats