Analisis Protein Pada Rinuak, Pensi dan Langkitang dengan Spektrofotometri UV-Vis



Sandra Tri Juli Fendri(1*), Ifmaily Ifmaily(2), Sylda Rakmah Syarti(3)

(1) Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis Padang
(2) Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis Padang
(3) Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis Padang
(*) Corresponding Author

Abstract


Pada penelitian telah dilakukan mengenai analisis protein pada ikan rinuk (Psilopsis sp), pensi (Corbicula moltkiana) dan langkitang (Brotia testudinaria). Ikan rinuak, pensi dan langkitang merupakan hewan yang kaya protein, hidup di danau dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar protein pada ketiga komoditas tersebut. Penentuan kadar proteinmenggunakan metode biuret yang diukur dengan spektrofotometer UV-Visibel pada panjang gelombang 532 nm. Kadar protein pada ikan rinuak adalah 42,3%, pensi 34,5%, dan langkitang 27,5%. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kandungan protein tertinggi diperoleh pada ikan rinuak Based on the research that has been done, it can be concluded that the highest protein is found in rinuak fish.

 

A research about protein analysis in rinuak fish (Psilopsis sp), pensi (Corbicula moltkiana) and langkitang (Brotia testudinaria) has been done. Rinuak fish, pensi and langkitang are animal protein sources that live on the lake and have high economic value and are consumed by the public. This study aims to determine the levels of protein in the three commodities. Determination of protein content in rinuak fish, pensi and langkitang was carried out using the biuret method which measured by UV-Visible spectrophotometer at a wavelength of 532 nm. Protein content in rinuak fish were 42.3%, pensi were 34.5%, and langkitang were 27.5%. Based on the research that has been done, it can be concluded that the highest protein is found in rinuak fish.


Keywords


Protein; Metode biuret; Spektrofotometer UV-Vis

Full Text:

PDF

References


Astuti, T., Yusra, & Mardiah, A. (2016). STUDI MUTU IKAN RINUAK (PSILOPSIS SP) OLAHAN DI DANAU MANINJAU, KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT, 1(1), 1–9.

Bintang, M. (2011). Biokimia Teknik Penelitian. Jakarta: Erlangga.

Fahmi, N. (2015). Penetapan Kadar Kalsium Pada Langkitang (Faunus Ater) Dan Keong Cipuik (Filopaludina Javanica) Secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis.

Haryani, G. S. (2013). Kondisi Danau Di Indonesia Dan Strategi Pengelolaannya. Pusat Penelitian Limnologi LIPI.

Mustika, D. . (2012). Bahan Pangan Gizi dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta.

Pratama, Y. R. (2016). Penetapan Kadar Protein Total pada Daging Lokan (Batisca volacea), Cipuik (Pomea canaliculata), dan Langkitang (Faunus ater) dengan Metoda Kjeldahl. Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis.

S Almatsier. (1989). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramaedia.

Salamah, E., & Purwaningsih, S. (2012). Kandungan Mineral Remis (Corbicula moltkiana Prime) Akibat Proses Pengolahan. Jurnal Akuatika, III(I), 74–83.

Sumantri, A. R. (2007). Analisis Makanan. Gajah Mada University Press.

Tanjung, R. L. (2015). Moluska Danau Maninjau. Limnotek, 22(2), 118–128.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Sandra Tri Juli Fendri, Ifmaily, Sylda Rakmah Syarti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by LLDIKTI Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E ISSN : 2502-0943

Web
Analytics View My Stats