CRITICAL PRAGMATIC: MAINTAINING CULTURE IDENTITY KAMPUNG TRADITIONAL KUTA CIAMIS



Vincentia Tri Handayani(1*), Dadang Suganda(2), Nani Darmayanti(3)

(1) Universitas Padjadjaran
(2) Universitas Padjadjaran
(3) Universitas Padjadjaran
(*) Corresponding Author

Abstract


Kuta is a traditional village, a village that is still very thick with culture and upholds ancestral traditions. Through a critical pragmatic study, this research discusses the problem of maintaining cultural identity. This study aims to describe the types of directive speech acts used to express cultural identity in Kampung Kuta and describe the social structure in reconstructing cultural identity through the theory of habitus from Bourdieu. The research method used is a qualitative descriptive method with note taking and interview techniques. The research results obtained are directive speech acts that are widely used containing prohibitions and orders, relating to pamali and manners to maintain the environmental order used as a hereditary guideline. Ancestors' views on nature dominate the application of people's behavior in everyday life to shape the cultural identity of the Kuta Traditional Village.


Keywords


Critical Pragmatics; Directives Speech Acts; Indigenous Communities; Habitus

Full Text:

PDF

References


Agiati, E. (2017). Adaptasi Komunitas Adat Kampung Kuta terhadap Lingkungan Sosialnya di Kabupaten Ciamis. Peksos, 16 (2), 380–396.

Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.

Danandjaja, J. (1991). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain lain (Cet. 3). Grafiti.

Fashri, F. (2016). Pierre Bourdieu Menyingkap Kuasa Simbol. Jalasutra.

Hilman, Iman. (2014). Representasi Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kampung Kuta dalam Melindungi dan Mengelola Lingkungan Hidup di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Prosiding Sarasehan Nasional “Kontribusi Pengetahuan Geografi dalam Pembangunan Karakter Bangsa Menuju Kebersamaan dalam Wahana Bhineka Tunggal Ika”. Fakultas Geografi UGM Yogyakarta. (t.t.).

Hutomo, Suripan Hadi. (1991). Mutiara yang Terlupakan: Pengantar Studi Sastra Lisan. Surabaya: HISKI Komisariat Jawa Timur. (t.t.).

Masduki, Aam. (2015). Kearifan Lokal Orang Sunda dalam Ungkapan Tradisional di Kampung Kuta Kabupaten Ciamis. Pantanjala. 7(2): 295-310. (t.t.).

Meleong, L. J. (1989). Metologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Ritzer, G., Goodman, D. J., & Triwibowo, B. S. (2004). Teori Sosiologi Modern. Kencana.

Rosidi, A. (2010). Manusia Sunda Sebuah Esai tentang Tokoh-tokoh Sastera dan Sejarah.

Rosyadi, Adeng, & Herlinawati, L. (t.t.). Kajian Kearifan Lokal di Kampun Kuta Kabupaten Ciamis.

Satjadibrata. (2005). Kamus basa Sunda (Cit. 1). Kiblat.

Subagyo, P. Ari. (2010). Pragmatik Kritis: Paduan Pragmatik dengan Analisis Wacana Kritis. Universitas Sanata Dharma: Linguistik Indonesia Copyright 2010 by Masyarakat Linguistik Indonesia. Tahun ke-28, No. 2, Agustus 2010, 177-187. (t.t.).

Sukmayadi, T. (2016). Kajian tentang karakter berbasis nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat adat Kampung Kuta KecamatanTambaksari Kabupaten Ciamis. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 13 (1). https://doi.org/10.21831/civics.v13i1.11079

Wardoyo, Cipto. (2016). Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia. Prosiding Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, Bali: 24-27 Agustus 2016. (t.t.).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Vincentia Tri Handayani, Dadang Suganda, Nani Darmayanti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) Wilayah X, Padang, Sumatera Barat, Indonesia

E ISSN : 2502-0706

Web
Analytics View Stats Jurnal kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra