Analisis Faktor Kelelahan Mata pada Pekerja Pengguna Komputer



Roza Asnel(1*), Chaironi Kurniawan(2)

(1) STIKes Payung Negeri Pekanbaru
(2) STIKes Payung Negeri Pekanbaru
(*) Corresponding Author

Abstract


Eye fatigue is tension in the eye caused by disturbance of the sense of vision for a long period of time which is usually accompanied by uncomfortable viewing conditions. Age, Eye Rest, and visibility on the monitor is one of the factors causing eye fatigue. Preliminary study   found that from 7 people working using computers 6 of them (80%) had experienced eye fatigue. The purpose of this study was to determine the relationship between age, eye rest, and visibility on the monitor. Type of quantitative research with cross sectional approach. The population in this study were 35 computer users. Data collection techniques through observation  and interviews using questionnaires. Then univariate and bivariate were analyzed using chi square test. The results showed a significant relationship between age (PValue = 0.004 OR = 17.3) and visibility on the monitor (PValue = 0.034 OR = 6.60), but there wasn’t relationship between eye rest (PValue = 0.345 OR = 2.75). The conclusion  were the relationship between age and visibility on the monitor with eye fatigue, but there wasn’t relationship between eye rest and eye fatigue in computer  workers. Recommended to the company to provide training to workers on the prevention of eye fatigue.

 

Kelelahan mata adalah ketegangan pada mata yang disebabkan oleh gangguan indera penglihatan dalam jangka waktu yang lama yang biasanya disertai dengan kondisi pandangan yang tidak nyaman. Umur, Istirahat Mata, dan Jarak pandang pada monitor computer merupakan salah satu faktor penyebab kelelahan mata.Studi pendahuluan pada pekerja pengguna komputer didapatkan bahwa dari 7 orang  menggunakan komputer 6 orang diantaranya (80%) sudah mengalami kelelahan mata.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara umur, istirahat mata, dan jarak pandang pada monitor dengan kelelahan mata. Jenis penelitian kuantitatif dengan  pendekatan cross sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian pengguna komputer berjumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi menggunakan lembar isian dan wawancara menggunakan kusioner. Selanjutnya dianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.  Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara  umur (P Value=0,004  OR=17,3) dan  Jarak pandang pada monitor (P Value= 0,034  OR=6,60), namun tidak ada hubungan antara Istirahat mata (P Value=0,345 OR=2,75). Kesimpulan penelitian  adanya hubungan umur dan jarak pandang pada monitor dengan kelelahan mata, namun tidak ada hubungan  istirahat mata dengan kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer. Disarankan kepada pihak perusahaan memberikan   pelatihan kepada pekerja tentang pencegahan kelelahan mata guna


Keywords


Eye Fatigue; Age; Eye Rest; Visibility on the monitor

Full Text:

PDF

References


American Optometric Association (AOA). (2017). Computer Vision Syndrom (CVS).

Amrizal. (2010). penyakit akibat dari sering menggunakan komputer. Retrieved from http://www.allaboutvision.com/cvs/irritated.htm.

Arikunto. (2012). Metodologi penelitian suatu pendekatan proposal. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Arrianti, F. P. (2017). Faktor-faktor yang berpengaruh dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer di Call Center PT. AM.

Fadhillah. (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Pengguna Komputer di Accounting Group PT Bank X Jakarta Tahun 2013. Skripsi.

Firdaus, F. (2013). Analisis Faktor Risiko Ergonomi terhadap munculnya keluhan computer vision syndrom (CVS) pada pekerja pengguna komputer yang berkacamata dan pekerja yang tidak berkacamata di PT X.

Hanum, I. F. (2008). Efektifitas Pengguna Screen Pada Monitor Komputer Untuk Mengurangi Kelelahan Mata Pada Pekerja Call Center di PT. Indosat NSR Medan.

Hijriani, R. (2018). Faktor yang berhubungan dengan kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer di PT. Angkasa Pura II Padang.

Ilyas, E. (2010). Ergonomic. Surabaya: Balai Hiperkes dan Kesehatan Kerja.

Luthfiana, S. (2014). faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kelelahan mata pada pengguna komputer di Accounting Group di PT. Bank X.

Martono, N. (2011). Sosiologi perubahan sosial perspektif klasik, modern, posmodern, dan poskolonial. Jakarta: Rajawali Pers.

Notoatmodjo, S. (2012). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: RINEKA CIPTA.

Nourmayanti, D. (2010). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer di corporate customer care center (c4) PT. Telekomunikasi Indonesia, tbk tahun 2009. Skripsi Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Reddy, SC. et al. (2013). Computer Visionsyndrome: a study of knowledge and pratices in unversity students.

Robert A. Henning, Pierre Jacgues, George V. Kissel, Anne B. Sullivan & Sabina M. Alteras-Webb (1997) Frequent short rest breaks from computer work: effects on productivity and well-being at two field sites, Ergonomics, 40:1, 78-91, DOI: 10.1080/001401397188396

Saryono. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan Penuntun Praktis Bagi Pemula. Jogjakarta: MITRA CENDIKIA.

Septiansyah, R. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer di PT. Duta Astakona Girinda.

Sugiyono. (2014). Statistik Untuk Penelitian. Bandung: ALFABETA.

Supriati, F. (2017). Faktor-Faktor Yang Berkaitan Dengan Kelelahan Mata Pada Karyawan Bagian Administrasi di PT. Indonesia Power UBP Semarang.

Wibowo, D. S. (2009). Anatomi Tubuh Manumur. Jakarta: Grasindo.




Copyright (c) 2020 Roza Asnel, Chaironi Kurniawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Khatib Sulaiman Street Padang
West Sumatera
Phone: +62751705637
Fax: +62751705637
Email: [email protected]

E-ISSN : 2477-6521